Tampilkan postingan dengan label Daily Menu. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Daily Menu. Tampilkan semua postingan

Senin, 04 Mei 2015

Sate Goreng Kambing


Sudah lamaaaa nggak posting.. hiikss... Lagi banyak kesibukan dan baby Arfeen sekarang susah banget disambi, juga akhir-akhir ini dia boboknya malem terus, dia bobok bundanya ikutan teler.. hehe

Sate goreng kambing ini saya masak sudah cukup lama, tapi belum sempat untuk posting. Tinggal di apartment yang tidak leluasa untuk bakar-bakaran, solusi untuk mengobati kangen dengan sate kambing, ya mengolahnya dengan cara memasak sate goreng. Karena gak perlu dibakar, dan rasanya tetap seenak sate bakar lhooo, malah lebih empuk karena kalau bakar kan kadang suka masih alot.. 


Sate Goreng Kambing
Sumber: Resep Bango, disesuaikan dengan selera saya

Bahan:
  • 500 gram daging kambing, iris kecil2
  • 10 buah bawang merah, iris tipis
  • 5 siung bawang putih, iris tipis
  • 7 buah cabai rawit utuh
  • 5 sdm kecap manis / sesuai selera
  • 1 sdt merica utuh, haluskan (bisa juga menggunakan merica bubuk)
  • 3 sdm minyak untuk menumis bumbu
  • 100 ml air
Bumbu Sate (bumbu rendaman):
  • 5 siung bawang merah, haluskan
  • 3 sdt ketumbar, 
  • 3 buah kemiri, haluskan
  • 5 lembar daun jeruk
  • 1 sdm gula merah sisir / sesuai selera
  • 1 sdm air asem jawa
  • 2 sdm kecap manis
Pelengkap:
  • tomat iris kasar
  • kol iris kasar
  • bawang merah mentah iris
  • cabai rawit
  • daun jeruk iris halus, untuk taburan sate goreng
Cara Membuat:
  1. Rendam irisan daging kambing dengan bumbu rendaman. Diamkan selama 1 jam.
  2. Panaskan minyak dalam wajan, tumis bawang merah dan bawang putih iris hingga harum dan matang. 
  3. Masukkan daging kambing yang sudah direndam bumbu, aduk-adk hingga daging berubah warna. Tambahkan cabai rawit utuh, kecap manis, merica halus, garam, tambahkan air. Masak hingga bumbu meresap dan daging kambing empuk, jangan lupa dicicipi.Sajikan dengan bahan pelengkap.





Senin, 13 April 2015

Sayap Ayam Goreng, Saus Lada Hitam


Sayap ayam itu, menurut saya adalah bagian ayam yang paling enak. Kalau nggak inget kandungan kolesterolnya yang tinggi, bakal sering masak sayap ayam deh. Daging di bagian sayap yang cuma sedikit dibalut dengan kulit, membuat sayap ayam rasanya guriihhh. Nah, karena kulit itu sumber lemak, nggak boleh sering-sering kita mengkonsumsinya. Apalagi kalau sudah berumur gini yah.. 30th bisa masuk kategori berumur belum ya? qi..qi..qi...

Pernah suatu kali saat mudik, anak-anak minta beli pizza di gerai pizza yang terkenal di Indonesia. Sebagai tambahan, saya mencoba pesan buffalo chicken wings, rasanya? laahhhh.. jauhlah sama buatan saya sendiri. Nggak enak!! suer deh, mana mahal lagi. 

Jadi teman-teman, memasak sayap ayam lebih enak dari yang di gerai Pi**a **T itu gampang. Percayalah! Kalau nggak percaya jangan baca resepnya! #ngambek nih yeee.. ha..ha..ha.. Sayap ayam ini enak untuk lauk, juga sedaapp untuk cemilan. Nggak berasa ketika makan, tau-tau 1kg sayap ayam ludes nggak bersisa. 1 kg bukan saya makan sendiri ya, tapi dimakan ber empat. Ayah, Bunda, Mas Ichimaru dan kakak Adil.



Kalau biasanya sayap ayam saya masak saus pedas manis, kali ini saya coba dengan saus lada hitam. Untuk sausnya, kalau teman-teman nggak punya lada hitam, boleh saja pake lada putih. Tapi, sebaiknya yang utuhan ya, bukan yang bubuk. Biar rasanya lebih nendang.

Sayap Ayam Goreng, Saus Lada Hitam
By Maya Taufiq

Bahan:
  • 1kg sayap ayam, potong sayap bagian atas dan tengah, sisihkan bagian ujung sayap yang kecil (bisa dipakai untuk kaldu)
  • 2 sdm air jeruk nipis
  • 2 siung bawang putih, haluskan
  • 1/2 sdt merica bubuk
  • 1/2 sdt garam 
  • 1/4 sdt kaldu ayam bubuk (bila suka)
Bahan Saus:
  • 3 buah bawang merah, haluskan
  • 2 siung bawang putih, haluskan
  • 1/2 sdt lada hitam utuh, uleg kasar
  • 50 ml air
  • 1 sdm saus tomat
  • 1 sdt saus tiram
  • 2 sdm minyak goreng (saya pakai olive oil)
  • garam dan gula sesuai selera
Cara membuat:
  1. Lumuri sayap ayam dengan air jeruk nipis, diamkan 15 menit lalu cuci hingga bersih. Lumuri sayap ayam dengan bawang putih yg sudah dihaluskan, merica bubuk, garam dan kaldu bubuk. Diamkan hingga 1 jam, agar bumbu meresap. Lalu goreng sayap ayam hingga matang, sisihkan.
  2. Panaskan minyak dalam wajan, tumis bawang merah, bawang putih dan lada hitam hingga harum dan matang. Tambahkan air, Masukkan saus tomat, saus tiram, gula, dan garam (hati-hati ketika menambahkan garam garam, karena saus tomat dan saus tiram sudah asin)
  3. Masak saus hingga agak mengental, lalu masukkan sayap ayam yang sudah digoreng. Aduk rata, hingga sayap berbalur bumbu. Sajikan segera.


Selasa, 07 April 2015

Ayam Goreng Saus Mayonaise dan Bawang Bombay




Anak-anak sudah bosan dengan ayam goreng yang biasa saya buat, sebetulnya banyak resep-resep ayam goreng yang belum saya coba. Tapi lihat deretan bumbu yang dipakai bikin mundur duluan sebelum mencoba.. hehehe

Terinspirasi dari teman di google + yang upload ayam goreng mayonaise, hari ini saya mencoba membuatnya untuk lauk makan malam. Gampang saja kok cara membuatnya, kalau susah tentu nggak akan masuk ke daftar menu masakan saya. Bumbunya saya kira-kira saja dan setelah jadi, rasa ayam gorengnya enak deh, gurih... karena menggunakan mayonaise sausnya. Kakak Adil beberapa kali bilang kalau dia suka ayam gorengnya dan minta dibuatkan lagi.


Jatah ayam untuk ayahnya pun disikat sama kakak Adil. Jadi, Ayah dan bundanya masing-masing cuma kebagian 2 potong. Padahal total masak 12 potong paha ayam, 5 potong dimakan untuk lauk berdua dengan mas Ichimaru, dan 3 potong digado saja sama kakak Adil. ck..ck.. iki bocah nurun bunda sopo to yo?? maeme akehmen. xi..xi..xi..

Ayam Goreng Saus Mayonaise dan Bawang Bombay
by Maya Taufiq

Bahan:
  • 12 buah paha ayam / 1 ekor ayam potong menjadi 12 bagian, cuci bersih
  • 2 siung bawang putih, memarkan / keprek
  • 1/2 sdt merica bubuk
  • 1cm jahe, iris 2
  • 1 sdt garam
  • 1/2 sdt kaldu ayam bubuk (bila suka)
  • 1 liter air
Bumbu Saus:
  • 2 buah bawang merah, haluskan
  • 2 siung bawang putih, haluskan
  • 1/2 sdt merica utuh (saya pakai lada hitam utuh), ulek kasar
  • 1/2 buah bawang bombay iris memanjang
  • 2 sdm mayonaise
  • 1 sdt saus tomat
  • 1 sdt saus tiram
  • gula dan garam sesuai selera (garam sedikit saja)
  • 3 sdt minyak goreng (saya pakai olive oil)
  • 20 ml air

Cara Membuat:
  1. Didihkan air, masukkan ayam, bawang putih keprek, merica bubuk, jahe, garam dan kaldu bubuk. Ungkep hingga ayam matang dan bumbu meresap. Kira-kira air tinggal setengah. Angkat ayam dari air rebusan, lalu goreng ayam dalam minyak panas sebentar saja. Sisihkan.
  2. Panaskan minyak dalam wajan, tumis bawang merah, bawang putih halus dan merica hingga wangi, tambahkan bawang bombay, tumis hingga layu.
  3. Masukkan air, mayonaise, saus tomat, saus tiram, gula dan garam, aduk sebentar, masukkan ayam yang sudah digoreng, aduk-aduk hingga bumbu merata dan keluar minyak. Sajikan selagi panas.



Rabu, 01 April 2015

Ikan Tongkol Balado (Simpel dan enakk!!)-



Sejujurnya baru pertama kali ini saya masak sendiri ikan tongkol.. hahaha.. #kemana ajaaaa.. Tiap belanja nggak tertarik buat beli ikan tongkol, bayangan saya ni ikan dagingnya keras, ntar anak-anak nggak mau makannya.

Sampai minggu lalu waktu belanja, kebetulan ketemu teman sesama Indonesia. Kami ngobrol soal ikan, trus saya tanya, kalau ikan tongkol biasanya dimasak apa? beliau bilang biasanya dibalado saja. Tapi teman saya ini nggak bisa ikut makan, karena alergi sama ikan tongkol. Bibirnya bisa bengkak kalo makan ikan tongkol. Jadi kalau masak hanya untuk suaminya saja.

Akhirnya saya coba deh beli 1 ekor ikan tongkol, yang beratnya kurang lebih 1kg. Pengen nyoba juga masak balado ikan tongkol. Biasanya pak suami suka masakan dengan bumbu balado. Untuk mengurangi kekhawatiran dengan kemungkinan bakal alergi ikan tongkol seperti teman saya, kulit ikannya saya kerok dengan pisau. Saya pernah baca cara ini bisa mengurangi kemungkinan alergi.

Alhamdulillah.. Semua suka ikan tongkol balado ini, anak-anak juga nggak protes dengan tekstur daging ikan tongkol yang menurut saya agak keras. Daaann.. semua lulus nggak ada yang alergi ikan tongkol. #goyang jempol# :D


Ikan Tongkol Balado
by Maya Taufiq

Bahan:
- 1 kg ikan tongkol, iris dengan tebal kurang lebih 1cm.. 
- 2 sdm air jeruk nipis untuk melumuri ikan
- garam, gula (sesuai selera)
- sedikit kaldu ayam / sapi bubuk (apabila suka)
- 5 sdm minyak goreng untuk menumis (saya pake olive oil)

Bumbu ulek kasar:
- 5 buah cabe merah besar, iris tipis (bisa ditambah cabai rawit bila suka pedas)
- 5 buah bawang merah, iris tipis
- 3 siung bawang putih, iris tipis
- 1 buah tomat ukuran sedang, iris kecil

NOTE: semua bumbu yang sudah diiris, ulek kasar. Jangan diblender, kalau diblender rasa beda.

Cara Membuat:
  1. Cuci ikan tongkol, lalu lumuri dengan jeruk nipis. Diamkan kurang lebih 10menit, lalu cuci kembali
  2. Beri ikan dengan sedikit garam dan merica bubuk, lalu goreng hingga matang
  3. Panaskan minyak pada wajan, masukkan bumbu ulek, garam, gula dan kaldu bubuk, tumis dengan api sedang, hingga harum dan matang
  4. Masukkan ikan tongkol yang sudah digoreng, aduk hingga tercampur dengan bumbu. Koreksi rasa dan sajikan
Note: Ikan yang digunakan bisa ikan apa saja ya, nggak harus ikan tongkol. Bisa ikan laut, ataupun ikan air tawar :)




Rabu, 25 Maret 2015

Sosis Bakar Lada Hitam



Beberapa waktu yang lalu, adek saya mengirimkan BBM menanyakan bagaimana cara membuat sosis bakar. Dia pengen bisa bikin sendiri karena suaminya suka sosis bakar. Selama ini biasanya beli sosis bakarnya. Ketika ditanya saya hanya mengira ngira apa ya bumbunya, karena saya sendiri belum pernah bikin. Saya bilang "kayanya cuma kecap, saos tomat dan merica"

Sampai akhirnya saya blog walking ke blog mbak Diah Didi dan hualaaaa... ada menu sosis bakar lada hitam.. wahh.. wajib dicoba nih, dipraktekin dulu resepnya.. baru tar kasih tau ke adek. Pas dicoba eeh.. enaakkk.. aromanya seperti lagi bikin beef steak, benar-benar  yummyy.. hehehe..

Untuk anak-anak, hanya sedikit saya oles bumbunya.. dan setelah dibakar saya tusuk dengan tusukan sate agar lebih menarik..

Sosis Bakar lada Hitam

Bahan:
- 10 buah sosis (kalau menggunakan sosis beku, rendam dulu dengan air panas, lalu kerat-kerat)
- 1/4 buah bawang bombay, iris panjang
- 1 sd makan kecap manis
- 1 sd makan saus tomat
- 1 siung bawang putih, haluskan
- 1 buah bawang merah, haluskan
- 1/2 sendok teh lada hitam bubuk (saya pake lada hitam utuh,lalu diulek)
- 1 sd teh saus tiram (tambahan saya sendiri)

Cara membuat:

Tumis bawang merah, bawang putih, dan bawang bombay hingga harum dan matang, matikan api lalu masukkan kecap, saus tomat, saus tiram dan lada hitam, aduk

Olesi sosis yang sudah dikerat dengan saus oles.. Bakar di pan / wajan anti lengket dengan api kecil. Sajikan selagi masih panas..

Dijamin yummy dan gampang bangettt!! ^_^



Kamis, 19 Maret 2015

Ayam Bumbu Bali


Ayam bumbu bali ini adalah masakan yang paliiinggg sering saya masak. Kalau agak lama nggak masak ini, bakal ada yang ngomong  "Bundaaa.. i want to eat nasi with chicken pedesss" . Yah.. kakak Adil (anak kedua) suka sekali dengan ayam bumbu bali ini. Walaupun makannya sambil mangap-mangap kepedesan. hi..hi..hi.. Dia nyebut masakan ini chicken pedes..  Trus kalau kuah atau bumbu yang nempel di ayam saya ilangin maksud saya biar nggak terlalu pedas, dia bakal protes.. "Mau kuuaaahhh".. 

Semenjak mas Ichimaru dan kakak Adil mau masakan pedas, acara memasak jadi lebih mudah, karena saya nggak perlu bikin 2 jenis masakan. Atau nggak perlu bikin sambal lagi. Tapi ukuran pedasnya jangan dibayangkan pedas ukuran dewasa, paling saya memakai 2 buah cabai merah besar untuk memasak. Kalau lagi pengen lebih pedas, maka saya menambahkan cabai rawit utuh.

Untuk melengkapi ayam bumbu bali ini, saya memasak tumis labu siam.. Memanfaatkan bahan yang ada di kulkas. :)



Ayam Bumbu Bali
By Maya Taufiq

Bahan:
- Ayam +- berat 800 gram, potong
- 1 buah jeruk nipis, ambil airnya
- 5 lembar daun jeruk, remat
- 1 buah sereh, geprek
- 2 cm jahe , geprek
- 2 cm lengkuas, geprek
- garam sesuai selera
- 1 sdt gula merah sisir
- 1/4 sdt kaldu ayam bubuk (bila suka)
- 4 sdm minyak goreng untuk menumis bumbu
- 400 ml air

Bumbu halus:
- 7 buah bawang merah
- 5 siung bawang putih
- 2 buah cabai merah besar
- 3 buah kemiri

Cara Membuat:
1. Lumuri ayam dengan air perasan jeruk nipis, diamkan 15 menit lalu cuci.
2. Panaskan minyak, lalu tumis bumbu hingga matang. Tambahkan daun jeruk, sereh, lengkuas dan jahe. Masukkan Ayam, aduk hingga ayam berubah warna, Lalu tambahkan air, garam, gula merah dan kaldu bubuk. Masak hingga air menyusut (kuah nyemek). Koreksi rasa dan ayam bumbu bali siap disajikan.

#Bisa juga Ayamnya digoreng dulu ya.. tapi saya langsung tanpa digoreng dulu, karena anak-anak lebih suka yang langsung. Kalau mau digoreng dulu ayamnya, berarti air dikurangi menjadi 50ml saja. Setelah bumbu ditumis masukkan air, masak sesaat lalu masukkan ayam yang telah digoreng. :)

Senin, 16 Maret 2015

Daging Paprika Lada Hitam


Sejak 2 minggu yang lalu kepengen makan daging paprika, sudah beli 3 macam parika, paprika hijau, kuning dan merah. Tapiii.. selalu saja lupa beli dagingnya.. Nah waktu belanja mingguan hari kamis lalu keinget tu beli daging. Untuk membuat daging paprika ini kan dagingnya perlu diiris tipis-tipis ya, waktu lihat di rak daging, yang daging sudah irisan tipis panjang rapi gitu mahal. Naluri emak irit bermain donk, beli aja daging biasa tar diiris sendiri juga bisa. qi..qi..qi..

Alhamdulillah paprika yang sudah ngadem 2 minggu di kulkas masih bagus dan segar. Pagi-pagi selagi adek Arfeen bobok langsung eksekusi. Agar bumbu meresap daging dan bumbu dimarinade dulu 2 jam. Simpel sebenarnya cara memasaknya, tapi bumbu-bumbunya mungkin nggak selalu ada di dapur. Seperti sesame oil (minyak wijen) dan soy souce, tapi nggak usah berkecil hati nggak pake bumbu itu juga tetap enak kok.. :D

Selagi membuat bumbu kepikiran kenapa nggak bikin menu ala Hokben (Hoka hoka bento) saja yah.. Tinggal bikin salad kubis dan wortel, nunggetnya pake nugget yang beli jadi. Ayah pulang kerja surprise ada menu hokben di meja.. Daaann katanya enaaakk.. Hokben kalah.. ha..ha.ha.. Alhamdulillah..





Daging Paprika Lada Hitam
by Rahmayanti Taufiq

Bahan:
- 500 gram daging sapi tanpa lemak, iris tipis melawan serat
- 2 sdm wijen, sangrai
- 1/2 buah Paprika hijau, merah dan kuning, iris memanjang
- 2 sdm tepung maizena, larutkan dengan 2 sdm air
- garam sesuai selera

Bumbu Perendam:
- 1 cm jahe, parut (saya parut kasar dengan parutan keju)
- 2 siung bawang putih, haluskan
- 1 buah bawang bombay kecil, iris memanjang
- 1 sdm dark soy souce / kecap asin
- 3 sdm kecap manis
- 2 sdm saus tiram
- 1 sdm madu
- 1/2 sdt lada hitam (saya pake utuh lalu diulek)
- 1 sdt minyak wijen/ sesame oil 
- 1 sdt olive oil (boleh minyak goreng)

Cara membuat:
Campur semua bumbu perendam, aduk rata. Tambahkan daging, aduk rata dan diamkan kurang lebih 1jam agar bumbu meresap.

Siapkan wajan anti lengket, panaskan, lalu masukkan daging besarta bumbu perendam, tambahkan garam dan masak hingga daging matang, masukkan parika, masak sebentar hingga parika layu.Lalu masukkan larutan tepung maizena,aduk masak sebentar hingga kuah mengental.

Salad kubis dan Wortel

Bahan:
- 1 buah wortel kupas, iris tipis2 memanjang
- kubis secukupnya, iris selembut mungkin
- Cuka, kira-kira saja
- garam sedikit
- air 
- mayonaise secukupnya

Cara membuat:
Dengan ilmu kira-kira, buat larutan air, garam dan cuka, lalu rendam irisan wortel dan kubis dalam wadah yang terpisah. Diamkan 30 menit lalu tiriskan, lalu cuci wortel dan kubis yang telah direndam, untuk menghilangkan bau cuka. Tiriskan kembali, sajikan dengan mayonaise.


Minggu, 15 Maret 2015

Orek Tempe Bumbu Iris


Kalo ngaku orang Indonesia pasti tau ya yang namanya tempe.. qi..qi..qi.. Tempe ini merupakan menu wajib yang harus ada untuk sarapan, makan siang dan makan malam kalau saya  mudik ke Ponorogo. Di kampung saya, masih ada tempe yang dibungkus daun satu persatu dan tipis tipis, rasanya enak deh, beda sama tempe papan. Digoreng kering, dimakan dengan nasi hangat plus sambel korek (sambel bawang) waahhh... bikin diet gagal.. hahaha..

Di Ruwais Alhamdulillah masih ada tempe, yang jual teman sesama perantau. Sama seperti saya, beliau juga menetap di Ruwais karena mengikuti suami yang bekerja di sini. Seminggu sekali beliau mengantarkan tempe ke rumah, saya langganan 2 papan tempe setiap minggunya. Haa.. beli tempe aja pake didelivery?? qi..qi..qi.. yahh itulah enaknya tinggal di sini, bisnis yang berhubungan dengan makanan bisa minta didelivery, termasuk 2 papan tempe ini. hehehe..

Orek tempe ini saya buat minggu lalu, tapi baru sempat posting.. emak rempong selalu telat posting.. hiikss.. Anak-anak suka orek tempe daripada tempe digoreng biasa, mungkin karena rasa manis dari kecap. Terkadang kakak Adil, anak saya yang kedua minta bekal sekolahnya pake lauk orek tempe.



Orek tempe bumbu iris
by Rahmayanti Taufiq

Bahan:
- 2 papan tempe, iris panjang dan tipis lalu goreng hingga kering
- 7 buah bawang merah, iris tipis
- 5 siung bawang puti, iris tipis
- 1 buah cabai merah besar, iris menyerong
- 7 buah cabai rawit utuh
- 3 sdm kecap manis
- 2 sdm saus tiram
- 1/2 sdt merica bubuk
- 3cm lengkuas, keprek
- 2 lembar daun salam
- 4 sdm minyak goreng untuk menumis
- garam sesuai selera
- 30ml air

Cara membuat:
Panaskan minyak, lalu tumis bawang merah dan bawang putih hingga harum dan layu, masukkan irisan cabai merah besar, tumis hingga layu, masukkan lengkuas,daun salam aduk sebentar.
Tambahkan air, masukkan cabai rawit utuh, kecap, saus tiram, garam dan merica bubuk.. masak sebentar dengan api kecil hingga agak mengental, lalu masukkan tempe yang telah digoreng. Aduk hingga bumbu merata, Koreksi rasa dan orek tempe bumbu iris siap disajikan.






Jumat, 13 Maret 2015

Ikan Mujair Cabe Ijo


Ikan mujair lagiii... Yah begitulah emak-emak irit, berhubung ikan mujair ini di supermarket lagi ada offer dan ikannya segar-segar jadi beli ikan mujairnya banyak. Lumayan kan menghemat uang belanja.. qi..qi..qi.. Lagipula memang saya suka ikan air tawar, karena di Ponorogo nggak ada laut jadi waktu kecil terbiasanya makan ikan air tawar. Dulu waktu kecil di belakang rumah ada empang untuk memelihara ikan emas dan ikan mujair, serta kolam kecil-kecil kurang lebih 10 kolam untuk memelihara ikan lele. Ikan lele selain untuk konsumsi pribadi juga untuk dijual.

Ikan kalau cuma digoreng saja udah biasa banget.. Kali ini agak kreatif dikit, punya stok cabe ijo, jadi kepikiran kalau dimasak ala tumis cabe ijo gitu pasti enak deh. Apalagi kalau cabe ijonya banyak, pedesnya nendang gitu.. waahhh... nyam..nyam..



Entah ini saya sendiri yang ngerasain atau ada banyak wanita-wanita lain yang sama seperti saya, kalau pas lagi datang bulan itu pengennya makan yang puedess pedes.. Kalau makan pedes-pedes kayanya sensi akibat datang bulan jadi berkurang.. he..he..he.. Ikan mujair cabe ijo ini saya masaknya pas lagi datang bulan. Dimakan dengan nasi hangat.. eehmm Endesssss... :D

Berikut ini ya resep ikan mujair cabe ijo,

Ikan Mujair Cabe Ijo
by Rahmayanti Taufiq

Bahan:
- 500 gr ikan mujair, lumuri dengan air jeruk nipis, diamkan 15menit dan cuci
- 5 buah bawang merah, iris tipis
- 3 siung bawang putih, iris tipis
- 7 buah cabe ijo, iris menyerong
- 2 buah Tomat mengkel / setengah matang, iris kasar
- 3 lembar daun jeruk
- 2 sdm saus tiram
- 1 sdm kecap manis
- 2 sdm minyak goreng
- 1/4 sdt merica bubuk
- garam sesuai selera
- 75ml air

Cara membuat:
Bumbui ikan mujair dengan sedikit garam, lalu goreng hingga matang.
Panaskan minyak, tumis bawang merah dan bawang hingga layu dan harum, masukkan cabe ijo dan daun jeruk, tumis hingga cabe ijo layu.
Masukkan air, tambahkan saus tiram, kecap, garam, merica, aduk 2 sebentar lalu masukkan ikan mujair yang telah digoreng dan tomat. Aduk hingga merata, cicipi.




Pepes Ikan Mujair Bumbu Merah



Ketika masih kecil, saya termasuk picky eaters, ikan maunya digoreng saja.. Liat pepes ikan serem sendiri, kaya masih mentah. Boro-boro mau makan, liatnya saja males. he..he..he.. Mulai mau makan beragam makanan waktu kuliah. Nah pertama kali mau makan pepes ikan ini juga waktu kuliah.

Ceritanya dulu waktu jadi anak kos, bentuk kos-kosan saya kaya guest house yang ada terasnya masing-masing, ada pembatas antara teras tiap kamar dan kamar langsung menghadap ke halaman yang luas, jadi anak kos pada bikin dapur mini di teras, termasuk saya juga. Teman sebelah kos saya adalah sahabat saya, yang juga kuliah satu kampus dan satu jurusan dengan saya. Kami suka masak bersama kalau jadwal kuliah tidak padat.
Sampai suatu hari teman saya ngajak masak pepes.. hiii.. pepes?? duh aku ra doyan jee.. reaksi saya waktu itu. Halah jajal yuk masak, sopo ngerti toh nek masak dewe dadi doyan.. jawab teman saya. Akhirnya ke pasar dan belanja bahan, saat itu ikan yang dipepes adalah ikan kembung.

Untuk memasak pepes ini kami nggak pake ngukus dulu, tapi langsung dibungkus daun dan dibakar diatas wajan rusak. qi..qi..qi.. jadinya daun pisangnya tebelllll banget, kalo nggak kan ntar gosong tapi belum mateng pepesnya. Ketika pepes sudah matang, dengan perasaan ragu-ragu saya mencoba, ternyata enaakkkk.. rasanya gurih, ikannya juga kesat dan wangiii.. Mungkin pengaruh masaknya yang langsung dibakar jadi ikannya nggak basah gitu. Lulus deh makan pepes ikan. he..he.. 

Sejak saat itu doyan2 aja makan pepes ikan, tapi setelah dikukus harus dipanggang dl biar ikan kesat. Nah setelah saya punya anak pertama daann body jadi guendut, pepes ikan tanpa dibakar dulu jg doyan. Pokoknya sedari gendut semua makanan asal halal dan nggak basi saya doyan. Haa..ha..ha..




Untuk bumbu pepes saya lebih suka bumbu merah dari pada bumbu kuning ala pepes sunda. Dan bumbunya saya tumis dulu, biar lebih sedep. :D

Pepes Ikan Mujair Bumbu Merah 
by Rahmayanti Taufiq

Bahan:
- 1kg ikan mujair, bersihkan. Ikan mujair yang saya masak lumayan besar,jadi saya potong jadi 2
- 1 buah jeruk nipis, untuk melumuri ikan
- daun pisang untuk membungkus pepes, saya pake alufo karena nggak punya daun pisang
- sereh, potong beberapa bagian dan keprek
- daun salam, sejumlah potongan ikan
- 5 lembar daun jeruk, iris halus
- garam sesuai selera
- 1/4 sdt kaldu ayam bubuk (bila suka)
- 2 sdm saus tiram
- 10 ml minyak untuk menumis bumbu

Bumbu halus:
- 10 buah bawang merah
- 7 siung bawang putih
- 3 buah kemiri (sudah disangrai)
- 5 buah cabe merah besar
- 3 buah tomat ukuran sedang
- 1/2 sdt terasi bakar / goreng
- 1/4 sdt merica bubuk

Cara membuat:
- Lumuri ikan dengan perasan jeruk nipis, diamkan 15menit lalu cuci.
- Panaskan wajan (tanpa minyak) masukkan bumbu halus, aduk hingga air dari bumbu halus mengering, lalu tuang minyak dan tumis sebentar. 
- Tambahkan irisan daun jeruk, garam, gula, kaldu ayam bubuk, dan saus tiram. Tumis hingga bumbu keluar minyak. 
- Panaskan panci kukus yang sudah diberi air.
- Tata ikan di atas daun pisang / alumunium foil. Tambahkan bumbu yang sudah ditumis di kedua sisi ikan dan letakkan potongan sereh dan daun salam pada salah satu atau kedua sisi lalu bungkus ikan.
- Masukkan ikan yang sudah dibungkus ke dalam panci yang sudah panas. Kukus kurang lebih 30menit. Sebelum disajikan panggang dulu pepes agar ikan lebih kesat.

## Saya nggak sempat manggang pepesnya keburu lapar.. :D di foto terlihat ada sedikit air di dasar piring, karena pepes nggak saya panggang dulu.

Bumbu yang sudah ditumis

ikan dilumuri bumbu ,ditambah sereh dan daun salam

pepes bungkus alufo dikukus

Selasa, 10 Maret 2015

Tongseng Kambing Praktis


Pertama kali saya mencicipi tongseng kambing, pada waktu saya kuliah di Jogjakarta. Kalau di Ponorogo kota asal saya, nggak ada yang namanya tongseng kambing. Yang ada adalah gule kambing. Sedangkan di Cilegon, kota dimana saya menempuh pendidikan SMU, olahan kambing berkuah yang lazim adalah sop kambing.

Jadi anak kuliah yang uang kiriman pas-pasan tongseng ini merupakan makanan mewah untuk saya. Jajan tongseng juga paling sebulan sekali aja.. hiiksss.. Dan selalu beli untuk dibungkus, untuk dimakan di kos-kosan karena nasi sudah masak sendiri. 1 porsi tongseng bisa untuk 2 kali makan, pas beli, pesen ke bapak penjualnya untuk banyakin kolnya. hahaha.. Antara ngirit dan memang duluu makannya cuma dikitt.. jauh beda sama sekarang. Lha iya jelas jauh beda, wong berat badannya aja sekarang hampir 2 kali lipatnya dibandingkan dulu jaman masih kuliah. hiikss...

Sekarang makan tongseng bisa sepuasnya deh.. Masak sendiri nggak kalah sedapnya dengan tongseng yang beli dulu waktu kuliah..



Di Ruwais daging kambing mudah didapatkan dan harganya sedikit lebih mahal daripada daging sapi.. Olahan berbahan daging kambing disini lebih populer dari pada daging sapi. Oh iya kenapa saya kasih judul tongseng kambing praktis, karena saya pakai bumbu gule instant.. Mau bikin bumbu sendiri saya nggak punya rempah-rempah untuk bumbunya..

Tongseng Kambing Praktis
by Rahmayanti Taufiq

Bahan:
- 500 gram daging kambing, potong kecil seperti potongan untuk sate
- 1 sachet bumbu gule (saya pake merk bamboe)
-100 gr kol / kubis, potong agak besar
- 2 buah tomat ukuran sedang, potong agak besar
- 7 buah cabai rawit utuh
- 700ml air
- 300 ml santan encer
- 3 sdm minyak goreng
- 1 sdm kecap manis
- garam secukupnya (saya hanya menambahkan sedikit garam)
- kaldu sapi bubuk (bila suka)

Bumbu tambahan:
- 5 buah bawang merah, iris tipis
- 3 buah bawang merah, iris tipis

Cara membuat:
Panaskan minyak dalam wajan cekung atau panci, tumis bawang merah dan putih hingga harum dan agak kering, masukkan bumbu gule instan, aduk sebentar.

Masukkan daging kambing, aduk-aduk hingga bumbu tercampur dan daging kambing berubah warna, masukkan 700 ml air. Masak hingga daging kambing empuk.

Setelah daging kambing empuk, masukkan cabai rawit, kecap, santan encer, tambahkan garam, kaldu bubuk. Kecilkan api kompor dan masak hingga santan mendidih,sambil sesekali diaduk. Koreksi rasa dan siap dihidangkan, lebih sedap bila ditambahkan taburan bawang goreng..

## Bagi teman-teman yang tidak suka daging kambing, bisa pakai daging sapi, ayam, tahu, bahkan jamur pun enak di masak tongseng. Selamat berkreasi yaa:)


Minggu, 08 Maret 2015

Ikan dan Tahu Masak Kuah Kuning


Seringkali saya kebingungan atau kehabisan ide untuk menentukan hendak memasak apa hari ini. Walau sebenarnya suami dan anak-anak Alhamdulillah bukan tipe pemilih dalam hal makanan. Kalau cocok makannya banyak, kalau nggak cocok ya sedikit. :D

Untuk anak-anak mereka lebih suka masakan yang berkuah daripada yang kering-kering, seleranya sama kayak bundanya. Sedang Ayahnya lebih suka yang kering-kering. Punya ikan 1 ekor yang tidak terlalu besar, mau di goreng saja udah bosen sama ikan goreng. Akhirnya kepikiran dimasak kuah kuning aja sama tahu, anak-anak pasti suka.

Saya nggak tau nama jenis ikan yang saya masak ini, beli di supermarket sudah kondisi bersih dan di potong jadi 6 bagian. Biasanya kalau belanja mingguan saya suka lihat-lihat di rak ikan yang sudah dibersihkan, kalau ada yang menarik dan belum pernah nyoba jenis ikan itu, maka saya beli. Seperti ikan ini, baru pertama kali saya mencobanya. Sayangnya saya tidak tau jenis ikan apa ini. hehe.. Rasanya sih mirip ikan kakap.




Ikan jenis apa saja bisa ya dimasak bumbu kuning seperti ini.. Mau ikan air tawar atau ikan laut boleh-boleh saja. ^_^

Ikan dan Tahu Masak Kuah Kuning
by Rahmayanti Taufiq

Bahan:
- 1 ekor ikan seberat 500gr, potong jadi enam bagian, bumbui dengan garam dan goreng hingga matang
- 500gr tahu putih, potong sedang bentuk segitiga dan goreng hingga matang
- 7 buah cabai rawit merah
- 3cm jahe iris jadi 3 (tidak di keprek)
- 3 lembar daun jeruk
- garam sesuai selera
-1/4 sendok teh gula pasir
- 1/4 sendok teh kaldu ayam bubuk
- 4 sendok makan minyak goreng untuk menumis bumbu
- 500 ml santan encer

Bumbu halus:
- 10 butir bawang merah
- 5 bawang putih
- 1/2 sendok teh kunyit bubuk
- 1/4 sendok teh ketumbar
- 1/4 sendok teh merica bubuk

Cara membuat:
Siapkan wajan atau panci, panaskan minyak lalu tumis bumbu halus hingga harum
Masukkan jahe dan daun jeruk, aduk-aduk sebentar
Masukkan ikan dan tahu yang telah digoreng, aduk
Lalu masukkan santan dan cabai rawit merah utuh, tambahkan gula, garam, dan kaldu ayam bubuk, aduk sesekali dan masak hingga santan mendidih. Koreksi rasa ya sebelum disajikan.

Sebagai pelengkap lauk, saya juga membuat urap. Kebetulan stok bumbu urap masih ada di freezer, saya kalau membuat bumbu urap sekalian banyak dan saya bagi kedalam plastik kira-kira untuk 1 kali penyajian. Jadi tinggal merebus sayur-sayuran sesuai stok. Untuk resep urap menyusul ya.. :)






Kamis, 05 Maret 2015

Tumis Tahu Buncis Tauco



Tumis tahu buncis tauco ini adalah menu masakan saya untuk makan malam hari ini. Waktu pagi buka kulkas eh.. masih ada tahu mentah yang ternyata expired date nya hari ini. Mikir dulu mau dimasak apa ini tahu ya.. Duduk diem dulu sambil cari wangsit.. #halah.. Ahaaa.. kan punya tauco yang dikasih sama teman, oleh-oleh dari mudik. Trus masih ada buncis yang udah lumayan lama diem dikulkas belum sempat di masak.

Wah.. bahan-bahan tadi pas banget kalo ditumis. Udah lama juga gak masak tumis-tumisan. Bau tauco memang agak menyengat ya teman-teman, kaya bau busuk gitu. Anak saya yang pertama waktu saya lagi masak dan dia masuk dapur langsung endus.. endus dan tanya "bundaaa... bau apa ini?". Eh tapi biar bau tauco bikin masakan jadi sedeppp dan gak bau lagi kok kalo sudah di campurkan ke masakan. Anak saya yang tadi bilang bau pas udah mateng tumisnya lahap tu maem pake tumis dan tempe goreng.

Sebagai pelengkap menu selain tumis ini saya juga memasak tempe goreng. Menunya sederhana bangetttt, Tapi kalo di Ruwais menu ini termasuk menu mahal. hehe.. Tempe 1 papan kalo di rupiahkan harganya kurang lebih 21 ribu, sedangkan tahu dengan berat 500 gram harganya 13 ribu. Jauh sekali ya dengan harga di Indonesia. :D





Di Ruwais sudah pukul 10.30 malam ni, kalau di Indonesia sudah dini hari. Beda waktu 3 jam lebih cepat Indonesia dengan UAE. Saya juga sudah ngantuk, tapi tanggung mau beresin resep ini dulu. :)

Tumis Tahu Buncis Tauco
by Rahmayanti Taufiq

Bahan:
- 500 gram Tahu putih, potong kecil lalu goreng sampai matang 
- 200gram buncis, potong menyerong
- 7 buah bawang merah, iris tipis
- 5 siung bawang putih, iris tipis
- 1 buah cabe merah besar, iris tipis. kalo suka pedas bisa ditambahkan cabe rawit
- 3 cm lengkuas, keprek
- 1 sendok teh munjung tauco
- 1 sendok makan kecap manis
- garam sesuai selera, tambahkan garam sedikit saja karena tauco sudah asin
- seujung sendok teh merica bubuk
- seujung sendok teh kaldu ayam bubuk (bila suka)
- 3 sendok makan minyak goreng, saya pakai olive oil
- 100 ml air

Cara Membuat:
1. Siapkan wajan, panaskan minyak lalu tumis irisan bawang merah dan bawang putih hingga harum, masukkan irisan cabe merah dan lengkuas. tumis hingga cabe merah layu masukkan 50ml air, tambahkan tauco aduk.
2. Masukkan buncis, aduk sebentar hingga buncis terlihat mengkilap. lalu tambahkan 50ml air, aduk. masukkan tahu, tambahkan kecap manis, merica, kaldu ayam bubuk dan garam.. aduk dan masak hingga buncis matang.. jangan lupa di cicipi dulu ya sebelum di sajikan ;)


## ## Ternyata semalam saya gak kuat nahan kantuk. Nulis resep baru dapat separuh, saya tinggal tidur. Baru saya teruskan pagi hari. hehe..